Upaya Mengajarkan Menyikapi Perbedaan

Oleh: Arifin IAIN Palangka Raya Komunikasi dan Penyiaran Islam Baru saja kita melewati perayaan hari pendidikan nasional. Pada ha...

Oleh: Arifin
IAIN Palangka Raya
Komunikasi dan Penyiaran Islam
Baru saja kita melewati perayaan hari pendidikan nasional. Pada hari yang tak lepas dari ingatan kita terhadap Ki Hajar Dewantara sang bapak pendidikan kita itu, semua orang di Indonesia seakan mengalihkan perhatiannya sejenak pada seluk beluk wajah pendidikan kita.
Namun sayang, momen kita mengingat hari pendidikan tahun ini harus lagi-lagi dihantarkan dengan peristiwa-peristiwa yang menunjukkan betapa belum berhasilnya nyawa pendidikan meresap pada jiwa-jiwa masyarakat kita.Yaitu masih saja terjadi kasus intimidasi hanya karena perbedaan-perbedaan pilihan hidup dan ekspresi atas pilihan tersebut.
Pada suatu pagi menjelang siang, seorang ibu membawa anaknya berjalan-jalan di bundaran HI untuk menikmati hari bebas berkendaraan (CFD), berbaur dengan orang-orang yang melakukan hal yang sama. Namun naas, niat untuk menikmati hari ini berujung jadi hal yang tidak mengenakkan.
Hanya karena baju yang ibu dan anak ini pakai menyiratkan perbedaan dukungan politik berbeda terhadap orang-orang sekitar yang kebetulan berkumpul di situ, Kerumunan orang ini merasa berhak semena-mena terhadap ibu dan anak ini, meneriak-neriaki, mengintimidasi, sampai-sampai anak dari ibu tadi menangis.
Ya, hal ini terjadi pada segelintir orang (termasuk ibu dan anak tadi) yang memakai kaos bertuliskan #Dialagisibukkerja yang diintimidasi oleh kerumunan orang berkaos #2019gantipresiden yang kebetulan lagi berjumlah banyak di area itu, mirisnya hal ini dilakukan di tempat umum, tempat semua orang punya hak sama dalam berekspresi dan memberikan dukungan.
Video kejadian ini sudah beredar, dan anehnya para pelaku dan orang-orang yang punya tujuan politik yang sama dengan kerumunan #2019gantipresiden ini sama sekali tidak merasa bersalah dan mencari-cari cara untuk membolak balikkan fakta bahwa kubu mereka tidak salah, yang berbuat intimidasi itu adalah kubu sebelah yang menyusup pada kubu mereka.
Akhirnya wacana publik yang teripta atas peristiwa ini kembali menjadi nuansa partisan. Dengan kata lain hanya mencari pembenaran pada kelompoknya dan melemparkan kesalahan sebanyak-banyaknya pada  kubu yang berlawanan dengan mereka.
Bahwa kasus intimidasi itu sendiri tidak boleh dilakukan atas alasan apapun dan oleh siapapun, tidak tersentuh dan dilupakan. Padahal, hal ini menjadi urgen, karena wacana publik kita sekarang ini apalagi di media sosial sudah menjadi sedemikian gersang dan menyesakkan kepala.
Peristiwa apa saja sangat mudah untuk ditarik pada kode identitas ini menguntungkan untuk kelompok saya atau tidak. Atau bagaimana memanfaatkan kasus apa saja untuk membully kelompok yang berlainan dari kelompoknya.
Kasus intimidasi di atas adalah salah satu contoh. Di mana hanya karena perbedaan pillihan dukungan politik kerumununan orang merasa punya hak semena-mena terhadap kelompok yang lain. Suatu kelompok merasa punya kuasa atas ruang publik  dan orang-orang yang lain harus  mengikuti pandangan kelompoknya.
Akar dari hal ini adalah memang masyarakat kita belum paham dan belum menerima bahwa perbedaan adalah hal yang lumrah. Lumrah dalam artian setiap kita punya hak untuk pilihan dan ekspresi  hidup yang berbeda dan itu dilindungi.
Namun hal ini disalahpahami menjadi hasrat berlaku semena-mena  dan pemaksaan terhadap orang yang berbeda dari suatu kelompok ke kelompok lain. Nampaknya sikap fanatik lebih mengambil kendali diri daripada nurani dan akal sehat itu sendiri.
Akhirnya yang terjadi pola pikir dengan  nuansa partisan. Yaitu memandang suatu kebenaran itu berdasarkan yang dia suka saja. Berpikir jernih itu seharusnya ditempuh seperti ini: untuk mendapatkan kebenaran, harus melalui uji kebenaran. Dan karena dia kebenaran, maka ia dipercaya. Ketika dia dipercaya maka dia disukai. Hal yang terjadi pada kita sekarang ini justru sebaliknya; sesuatu itu disukai terlebih dahulu, lalu hal itu dipercayai sedimikian rupa sehingga menjadi kebenaran, versi suka-suka.
Hal itu membuat perbedaan menjadi semakin kentara. Dan jika perbedaan disikapi dengan pola pikir seperti itu maka perbedaan tidak akan menciptakan buah diskusi apapun. Perbedaan tidak lagi menjadi modal kita untuk saling mencipta dan mengoreksi sehingga tercipta pemikiran baru.  Perbedaan justru mencipta jurang yang curam di antara kita.
Upaya Mengajarkan Perbedaan.
Mengajarkan tentang bagaimana menyikapi perbedaan adalah PR besar bagi kita semua, khususnya pendidikan. Semua lini harus saling bekerja sama untuk berperan pada upaya memberikan pendidikan ini.
kita harus mengajarkan pada semuanya bahwa berbeda itu adalah lumrah dan indah. Sejak dulu kodrat bangsa Indonesia layaknya pelangi punya perbedaan-perbedaan suku yang membentuk harmoni saling mendukung dan menghargai.
Maka mengapa hari ini kita tidak bisa menghargai perbedaan-perbedaan itu hanya karena beda pilihan dan dukungan politik? Nampaknya yang kita perlu sekarang ini adalah melek politik dan melek kemanusiaan.
Masyarakat harus sadar, pilihan-pilihan politik itu hanya jangka pendek dan mudah berubah. Jangan sampai kita terlalu fanatik atas pilihan dan dukungan politik kemudian habis-habisan bertarung dengan lawan politik yang berbeda sampai mengabaikan untuk berhubungan baik pada sesama warga Negara. Jangan mau dijadikan belalang sembah yang diadu di akar rumput oleh elit politik. Mereka saja tarik ulur kepentingan dengan pelaku politik yang berbeda, masa kita kerasnya minta ampun terhadap kubu yang berbeda.
Kita harus melek kemanusiaan, mengetahui bahwa dasar-dasar yang lebih substansial dan urgent kita miliki adalah nilai-nilai kemanusiaan. Bahwa manusia hidup bersama punya dan prinsip-prinsip yang diaati bersama, kendatipun kita berbeda pilihan dan ekspresi hidup, prinsip-prinsip ini akan menyatukan kita.
Dalam agama Islam diajarkan tentang berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan “bertanding” itu artinya perbedaan itu diberikan Tuhan kepada kita  agar kita berbuat baik sebanyak-banyaknya fokus pada kebaikan apa yang kita bisa lakukan.
Akhirnya, perbedaan adalah adalah kodrat untuk kita selalu berlomba berbuat baik. Dengan cara kita masing-masing. Tanpa saling menyingkirkan yang lain, tanpa saling menyalahkan yang lain. Anak-anak kita maupun orang tua harus selalu diajarkan bahwa keberagaman adalah kita, keberagaman yang membentuk Indonesia.
Selalu berika teladan tentang toleransi terhadap perbedaan. Apapun perbedaan itu, yakinlah lebih banyak kesamaan yang bisa menyatukan kita. Pahami perbedaan itu dan ekspresikan sesuai koridornya, dan selamat menikmati hidup dalam surga keberagaman Indonesia ini.

COMMENTS

Nama

after class,5,Berita,103,Cerpen,8,Featured,19,headline news,7,kajian keislaman,4,kampus corner,19,Kegiatan,21,Opini,20,Puisi,13,resensi buku,4,
ltr
item
PERSMA AL-MUMTAZ: Upaya Mengajarkan Menyikapi Perbedaan
Upaya Mengajarkan Menyikapi Perbedaan
https://2.bp.blogspot.com/-V3f_5W6Q0ZE/WvmP_5mnFZI/AAAAAAAAAYA/OmzPPlbcZ98Dwcl-vUk2T-DbADy236z2gCLcBGAs/s320/blog%2B6.png
https://2.bp.blogspot.com/-V3f_5W6Q0ZE/WvmP_5mnFZI/AAAAAAAAAYA/OmzPPlbcZ98Dwcl-vUk2T-DbADy236z2gCLcBGAs/s72-c/blog%2B6.png
PERSMA AL-MUMTAZ
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/2018/05/upaya-mengajarkan-menyikapi-perbedaan.html
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/2018/05/upaya-mengajarkan-menyikapi-perbedaan.html
true
2107564355454311192
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy