Budaya Membaca dan Menulis yang mulai Hilang (permasalahan Literasi)

Oleh : Syahrunsyah Literasi, apa yang pertama kali terpikir dibenak kita semua ketika mendengar kata ini. Sebuah kata yang sekar...



Oleh : Syahrunsyah

Literasi, apa yang pertama kali terpikir dibenak kita semua ketika mendengar kata ini. Sebuah kata yang sekarang menjadi familiar karena disebutkan dimanapun kita berada, terutama dalam lingkungan pendidikan. Tapi taukah kita apa arti dari kata Literasi itu sendiri? Literasi berasal dari istilah latin Literature dan dari Bahasa Inggris Letter. Literasi merupakan kemampuan atau kualitas Membaca, Memahami, dan Menuliskan Kembali. Atau bisa juga dengan cukup Membaca dan Memahami saja. (Kamus Online Meriam-Webster)

Berbicara mengenai literasi tentu tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan membaca, yang mana biasanya kegiatan membaca adalah kegiatan yang bisa dilakukan oleh semua orang dari berbagai usia, mulai dari anak-anak Sekolah Dasar sampai para orang tua. Sebenarnya kita sebagai masyarakat yang berpendidikan bisakah kita hidup tanpa membaca? Membaca adalah jendela kita melihat dunia, namun jika semangat membaca generasi kita kurang maka akan menumbuhkan generasi yang melek huruf atau malas baca. Namun, kembali pada perkembangan zaman. Membaca bukan lagi aktivitas yang harus dilakukan dengan buku, kini membaca bisa dilakukan dengan menonton tv, mengakses sosial media dan lainnya. 

Membaca dan menulis merupakan bagian dari kemampuan berbahasa yang sangat penting untuk dikuasai. Kemapuan membaca dan menulis menjadi modal utama seorang anak dalam proses belajarnya. Membaca dan menulis akan menjadi langkah awal untuk seseorang untuk mengembangkan dirinya.

Perlu kita ketahui dalam lingkungan masyarakat Indonesia, budaya membaca dan menulis mulai menjadi salah satu kegiatan yang sulit ditemui. Hal ini dikarenakan semakin pesatnya kemajuan komunikasi yang memang mendominasi dari segi informasi yang mudah didapat dan kecepatan akses yang cepat dan mudah, bahkan bisa diakses dimana saja. Bahkan pemandangan pelanggan koran tetap pada perumahan pun sudah menjadi pemandangan yang langka untuk ditemukan. Mungkin bagi banyak orang ini merupakan suatu kemajuan yang baik, yang sangat bermanfaat. Namun bagaimana dengan nasib buku-buku yang sekarang mulai tergeser dengan adanya mesin pencari elektronik yang tersedia disetiap ponsel pintar. Hal inilah yang menjadi sebuah kecemasan dimana bukan mungkin lagi bahwa generasi sekarang yang menyebut mereka Generasi Z lebih suka membaca di ponsel pintar dibanding membaca buku. Ini menjadi suatu masalah yang sangat serius bagi masyarakat Indonesia, pemandangan Perpustakaan yang biasanya dipenuhi pengunjung kini mulai sepi. Jangan heran dengan program perpustakaan keliling, itu merupakan sebuah sinyal bahwa Perpustakaan mulai sepi dan mereka mau tidak mau harus membawa perpustakaan tersebut (perpustakaan Keliling) kepada para pembacanya sebagaimana bisa diistilahkan dengan Jemput Bola

Minat baca seseorang yang rendah akan berpengaruh bagi kemampuan membacanya. Artinya ada kaitannya dengan minat baca dan kemampuan. Hal tersebut dapat dipicu oleh bebepara sebab, baik secara pribadi maupun secara umum. Secara pribadi, biasanya berkaitan dengan dorongan atau motivasi yang kurang dalam diri seseorang untuk menanamkan bahwa membaca buku merupakan suatu kegiatan yang perlu dan bermanfaat. Secara umum, faktor yang sangat berpengaruh besar adalah lingkungan sekitar seseorang yang memang jauh dari kebiasaan atau budaya membaca. Seseorang yang sudah membudayakan membaca akan menjadikan membaca sebagai kegiatan yang sangat penting dan menjadikan membaca sebagai suatu kebutuhan. Namun masalahnya saat ini masih banyak orang yang tidak membiasakan kegiatan membaca ini.

Untuk dapat menghadapi atau mengatasi permasalahan dengan minat baca ialah terletak pada peran penting keluarga. Keluarga akan menjadi tempat untuk membiasakan dan membudayakan kegiatan membaca dan menjalankan fungsinya dengan baik dimasyarakat, serta akan menanamkan atau memberikan kepuasan dan menciptakan lingkungan yang sehat. Contoh nyata kegiatan membaca dalam sebuah keluarga ialah bercerita atau mendongeng. Ini merupakan suatu kebiasaan yang mulai hilang ditelan kemajuan zaman. Mengapa saya berani mengatakan demikian? Karena buku-buku dongeng sudah jarang terbeli di toko buku bahkan di pasar buku yang murah. Padahal mendongeng dapat memberikan banyak pengaruh positif bagi kecerdasan berbahasa.  

Seseorang yang tumbuh dalam keluarga yang membiasakan membaca atau gemar membaca akan menjadikan membaca sebagai kegiatan rutin, bahkan mungkin akan menjadi kebutuhan yang harus terpenuhi. Hal ini akan tercapai jika nantinya dia sudah merasakan manfaat dan pentingnya dari kegiatan membaca. Dari sini, kita mengetahui bahwa keluarga sebagai lingkungan awal seseorang berperan penting dalam menumbuhkan minat baca seseorang yang akan berdampak positif bagi kemampuan literasinya. Menurut saya, minat membaca sebaiknya ditumbuhkan secara alami dan tanpa paksaan, sesuatu yang dilakukan karena terpaksa akan menjadi sia-sia. Hal ini bisa kita lakukan dengan memulai dari yang mudah saja seperti buku cerita. Kemudian kita kembangkan rasa penasaran anak terhadap sesuatu dengan membaca. Misalnya, seseorang anak yang penasaran dengan reaksi bunga putri malu saat disentuh, kita jelaskan penyebabnya disertai literaturnya. Hal ini secara tidak langsung akan merangsang minat baca anak secara alami karena tidak ada paksaan.




COMMENTS

Nama

after class,5,Berita,103,Cerpen,8,Featured,19,headline news,7,kajian keislaman,4,kampus corner,19,Kegiatan,21,Opini,20,Puisi,13,resensi buku,4,
ltr
item
PERSMA AL-MUMTAZ: Budaya Membaca dan Menulis yang mulai Hilang (permasalahan Literasi)
Budaya Membaca dan Menulis yang mulai Hilang (permasalahan Literasi)
https://1.bp.blogspot.com/-oib53_VakZo/Wv2K_AVGbUI/AAAAAAAAAYw/hg2u1E9go5gYE6uKq-1blLbF3_RyMYVpQCLcBGAs/s320/Picture1.png
https://1.bp.blogspot.com/-oib53_VakZo/Wv2K_AVGbUI/AAAAAAAAAYw/hg2u1E9go5gYE6uKq-1blLbF3_RyMYVpQCLcBGAs/s72-c/Picture1.png
PERSMA AL-MUMTAZ
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/2018/05/budaya-membaca-dan-menulis-yang-mulai.html
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/2018/05/budaya-membaca-dan-menulis-yang-mulai.html
true
2107564355454311192
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy