Rich Dad Poor Dad: Tentang Bisnis, Mental dan Makna Kaya dan Miskin

Oleh: Syahrunsyah (Beta) Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya Judul: Rich Dad Poor Dad ...


Oleh: Syahrunsyah (Beta)
Pendidikan Agama Islam
Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya



Judul: Rich Dad Poor Dad
Penulis: Robert T. Kiyosaki
Alih Bahasa: Paulus Herlambang
Desain Sampul: Agustinus Purwanta
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2002, cetakan keempat.
Tebal Buku: 141 Halaman




Secara keseluruhan buku ini sangat bagus untuk kita yang baru melangkah atau mulai terjun dalam dunia bisnis. Di mana setiap cerita tentang kehidupan dan langkah yang dipilih penulis (Robert T. Kiyosaki) dalam hidupnya, semua itu dipengaruhi oleh peran didikan dari kedua orang ayahnya yang masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda. 

Sesuai dengan judul bukunya, “Rich Dad, Poor Dad” (Ayah kaya, Ayah miskin). Buku ini mungkin berat diawal, karena Robert dalam menulis buku ini banyak bercerita tentang peluang dan tawaran yang datang terhadapnya dan bagaimana kedua ayahnya selalu menasehati dia tentang bagaimana menentukan masa depan yang baik untuknya. 

Penulis (Robet T. Kiyosaki) dibesarkan dalam keluarga di mana si ayah (kandung)  adalah pekerja keras yang ulet dan tekun, taat pemerintah namun selalu merasa tidak cukup dengan gaji yang diperolehnya.  Ayah ini selanjutnya disebut ayah miskin.  Seiring dengan perjalanan hidupnya, Robert bertemu dengan ayah temannya yang merupakan seorang pengusaha dengan banyak bisnis, pekerja keras, dan kekayaannya semakin bertambah dari masa ke masa.  Ayah teman Robert ini selanjutnya disebut ayah kaya. 

Ayah miskin selalu menasehati Robert agar menjadi pegawai yang berpenghasilan tinggi, namun tetap bergantung kepada gaji sepanjang masa hidupnya. Berbeda dengan ayah kaya yang menyarankan Robert dan menasehati agar anak-anaknya berani untuk mengambil resiko dalam membangun usaha dan bisnis bahkan menjadi investor setelah mereka (Robert dan Mike) selesai sekolah (lulus).

Karena nasehat inilah Robert kemudian menjadi lebih kritis dan tajam pemikirannya. Dengan ajaran dan nasehat ayah kaya, Robert menjadi sukses dalam bidang bisnis dan finansial. Karena nasehat ayah miskin, dia menjadi seorang pegawai, lebih tepatnya seorang guru yang handal dalam pendidikan perekonomian.

Buku ini juga mengajarkan kepada kita bagaimana menghargai setiap uang yang kita punya dan bagaimana memanfaatkannya. Menekankan pada pemikiran yang rasional dan akal sehat dalam membelanjakan uang. Kebanyakan orang cenderung akan menuruti nafsu konsumtifnya dan sebagian orang tidak, ini yang disebut Robert dalam bukunya dengan timbal balik, di mana orang yang kuat yang mampu mengontrol nafsu konsumtifnya akan memanfaatkan uang yang dia punya untuk mengahsilkan sesuatu atau membeli sesuatu yang dapat bermanfaat.

Dalam buku rich dad poor dad ini, Robert mengatakan “Kekayaan Bukan Solusi “Tidak, kekayaan tidak memecahkan masalah. Saya  (Robert) akan menjelaskan emosi yang lain, yaitu hasrat dan keinginan. Ada yang menyebutnya ketamakan, tapi saya lebih senang menyebutnya keinginan.
Sangatlah wajar bila orang menginginkan sesuatu yang lebih baik, lebih indah, lebih menyenangkan. Jadi orang bekerja untuk uang karena keinginan. Mereka menginginkan uang untuk kesenangan yang mereka pikir bisa mereka beli. Tetapi kesenangan yang dibawa oleh uang seringkali tidak lama, dan mereka pun segera menginginkan uang lebih banyak untuk mendapatkan kesenangan lebih banyak, kenikmatan lebih banyak dan keterjaminan lebih banyak. Karena itu mereka terus bekerja, mengira bahwa uang akan menenangkan jiwa mereka yang diganggu oleh rasa takut dan keinginan. Tetapi uang tidak dapat menenangkan jiwa.” 

Selanjutnya Robert berkata “Jika mereka mengiran bahwa uang akan memecahkan masalah mereka, saya khawatir orang-orang ini akan menjalani hidup yang berat dan buruk. Kecerdasan bisa memecahkan masalah dan menghasilkan uang. Memiliki uang tanpa kecerdasan finansial akan membuat uang itu cepat habis. ” Secara tidak langsung buku ini akan mengajarkan kepada kita bagaimana mengelola uang dan melihat peluangyang ada disekitar.”

Dalam buku ini, terdapat sesuatu yang menarik, di mana ketika Robert sedang mengajar, tepatnya pada halaman 160. “Ketika  saya  bertanya  pada  kelas  yang  saya  ajar,  “Berapa  banyak  dari  kalian  yang  dapat  memasak  hamburger  yang  lebih  enak  ketimbang  McDonalds?”  Hampir  semua  murid  mengangkat  tangan  mereka.  Kemudian  saya  bertanya,  “Jadi , jika  kebanyakan  dari  kalian  dapat  memasak  hamburger  yang  lebih  enak,  bagaimana McDonald’s  bisa  menghasilkan  uang  lebih  banyak  dari pada  kalian?” Jawabannya  jelas:  McD  sangat  hebat  dalam  sistem  bisnis.  Alasan  kenapa  begitu  banyak  orang  berbakat  itu  miskin  adalah  karena  mereka  memfokuskan  diri  untuk  membangun  hamburger  yang  lebih  enak,  dan  hanya  tahu  sedikit  atau  tidak  sama sekali  tentang  sistem  bisnis. 

Dari kutipan diatas sangat jelas bahwa dari segi pemikiran saja, Robert mencoba mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa apa yang ada di pikiran kita ternyata mudah bagi mereka yang menguasai bisnis untuk membaca pikiran kita dan melihat peluang. Pada halaman 164, Robert berpendapat tentang kedua ayahnya, “Kedua ayah saya bersifat murah hati. Keduanya mudah memberi. Mengajar adalah satu cara mereka untuk memberi. Semakin  banyak  mereka  memberi,  semakin  banyak  yang mereka  terima. Satu  perbedaan  yang  mencolok  adalah  dalam  hal  memberikan uang.  Ayah  yang  kaya  memberikan  banyak  uang  begitu  saja.  Dia  memberi  pada tempat  ibadahnya, yayasannya , untuk  berbagai  kegiatan  amal.  Dia  tahu  bahwa  untuk  menerima  uang ,  Anda  harus  memberi  uang.  Memberi  uang  adalah  rahasia bagi kebanyakan keluarga yang sangat kaya.        

Ayah saya yang berpendidikan selalu mengatakan, “Bila saya mempunyai uang lebih, saya akan memberikannya.” Masalahnya adalah, tidak pernah ada uang lebih. Maka dia bekerja semakin keras untuk mendapatkan uang lebih banyak daripada memfokuskan diri pada hukum uang yang paling penting, “Berikanlah dan Anda akan menerima”. Sebaliknya dia percaya pada “Terimalah dan kemudian Anda memberi”.  

COMMENTS

Nama

after class,5,Berita,103,Cerpen,8,Featured,19,headline news,7,kajian keislaman,4,kampus corner,19,Kegiatan,21,Opini,20,Puisi,13,resensi buku,4,
ltr
item
PERSMA AL-MUMTAZ: Rich Dad Poor Dad: Tentang Bisnis, Mental dan Makna Kaya dan Miskin
Rich Dad Poor Dad: Tentang Bisnis, Mental dan Makna Kaya dan Miskin
https://2.bp.blogspot.com/-aEQM365Pm_g/WssHo1oO7cI/AAAAAAAAAPQ/QLIHadQ8CF48O532Rh0VWprcilTsG2StwCLcBGAs/s320/IMG-20180409-WA0015%255B1%255D.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-aEQM365Pm_g/WssHo1oO7cI/AAAAAAAAAPQ/QLIHadQ8CF48O532Rh0VWprcilTsG2StwCLcBGAs/s72-c/IMG-20180409-WA0015%255B1%255D.jpg
PERSMA AL-MUMTAZ
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/2018/04/secara-keseluruhan-buku-ini-sangat.html
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/2018/04/secara-keseluruhan-buku-ini-sangat.html
true
2107564355454311192
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy