bidadari kirmizi

      Secara keseluruhan novel ini sangat menginspirasi untuk masyarakat terkhusus pasangan remaja dalam m eracik kisah romantis yang pen...

      Secara keseluruhan novel ini sangat menginspirasi untuk masyarakat terkhusus pasangan remaja dalam meracik kisah romantis yang penuh haru dan menyentuh bernuansa religi. Dimana ketika kita yang baru menjalani bahtera rumah tangga maka setiap cerita tentang kehidupan antara dua insan ini yang saling mencintai satu sama lain sehingga terjadinya sebuah akad nikah dengan ikatan perjanjian suci yang dipilih oleh penulis (Suyatna Pamungkas) dalam hidupnya yang mana semua pasangan hidup pasti memiliki masalahnya masing-masing dengan latar belakang yang berbeda. Cerita ini terkhusus kepada seorang wanita yang memiliki kewajiban sebagai istri, namun ia mendapatkan cobaan dalam kehidupan rumah tangganya berupa penyakit kronis. Selain itu, adanya sebuah pertentangan dari mertuanya sehingga suami nya pun merasakan dilema berat atas ancaman ayahnya sendiri. Sosok wanita ini yang kuat dan tegar. Memiliki sifat yang begitu ikhlas menerima cobaan hidup yang ia alami dengan rendah hati dan tidak ingin merepotkan orang lain yaitu orang terdekat terlebih lagi dan terkhusus dari keluarganya.
Sesuai dengan judul bukunya “Bidadari Kirmizi” (Tubuhmu Bukanlah Sebab Ku Mencintaimu).
Novel ini beberapa konflik diambil sesuai dengan realita kehidupan sehingga membuat pembaca hanyut terbawa dalam cerita. Suyatna Pamungkas dalam menulis novel ini merupakan ispiratif Islami banyak bercerita tentang perjuangan cinta dalam lingkup islam dimana ketika baru menjalani bahtera rumah tangga yang diiringi lika-liku percintaan dengan sebuah penyakit dan pertentangan dari keluarga pasangannya sendiri.
      Penulis (Suyatna Pamungkas) lahir di Banyumas pada tanggal 10 Desember 1986. Ia menamatkan studi SD, SMP, dan SMA di kota kelahirannya. Ketertarikan Suyatna terhadap sastra baik puisi, cerpen, maupun novel dimulai ketika masih SD. Ia sering menulis dan berkirim puisi, cerpen, dan dongeng ke beberapa media serta mengikuti beberapa lomba penulisan. Ketika SMA, ia semakin intens menulis dan mengirimkan karyanya ke media. Tercatat karyanya muncul diberbagai media, seperti: majalah remaja Aneka Yess, Kawanku, Keren Beken, Gradasi, Kedaulatan rakyat, Republika, Pikiran rakyat, Grup Jawa Pos, dan lain-lain. Kecintaanya terhadap terhadap sastra mendorong dirinya hijrah ke Semarang untuk menuntut di Universitas Diponegoro. Pertengahan 2009, ia direkrut sebuah PH di Jakarta untuk menjadi asisten Scriptwriter, untuk mengerjakan penulisan skenario Striping. Kini, demi memahami bahasa dan sastra secara lebih dalam, ia melanjutkan studi di Universitas Indonesia program Magister Linguistik.
      Karena kecintaan dan ketertarikan Suyatna terhadap sastra, sehingga ia sangat tekun dan terus belajar terkhusus dalam penulisan novel ini. Dengan pemikiran yang kritis dan menggebu-gebu sehingga menyayat perasaan bagi si pembaca penggemar novel. Selain itu, novel ini berisi tentang bagaimana Cinta tidak butuh alat indera apapun, sebab ia adalah bisikan ghaib jiwa-jiwa yang terbungkam, yang memiliki energi sangat dahsyat untuk menaklukkan rintangan seberat apapun itu.
      Dalam novel ini diceritakan, Nayla merupakan seorang gadis cantik dan ia berprofesi sebagai salah satu dosen disebuah universitas, namun ia harus menguatkan dirinya ketika virus penyakit menjangkiti tubuhnya. Tidak hanya itu, ia pun harus menguatkan mentalnya setelah pergelangan kakinya terkilir dan menyebabkan dirinya pincang. Sementara itu, suaminya yang bernama Arkhan merasa frustasi memiliki istri dengan penyakit kronis sehingga ia didera dilema berat. Orang tuanya sejak lama tidak memberikan doa restu atas hubungannya dengan Nayla, bahkan hingga sampai menikah. Kini, ketika sang istri tergolek dirumah sakit. Orang tua Arkhan mengancam, jika Arkhan tidak meninggalkan Nayla maka Arkhan harus bersiap diri untuk angkat kaki dari rumah orang tuanya. Sedangkan, hal lain ada seseorang pria yang bernama Fido memang sudah lama mencintai Nayla dan itu pun sudah menjadi keputusannya. Hal itu merupakan sebuah keputusan berat dan gila bagi laki-laki normal seperti dirinya.
      Sehingga dalam novel ini, mengajarkan bahwa Kita sebagai manusia harus selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan pada kita. Bahwa kesetiaan terhadap orang dicintai itu perlu pengorbanan yang besar dan memerlukan keikhlasan serta kesabaran yang tulus. Itulah perjuangan dari salah satu tokoh novel Bidadari Kirmizi, yaitu Fido terhadap Nayla. Amanat yang terkandung pada kutipan tersebut ialah mengajarkan kepada kita untuk tetap tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan kehidupan kita. Allah tidak mungkin memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita. Percayalah, Allah menginginkan kita menjadi orang yang lebih kuat. Allah memilih kita untuk menghadapi cobaan yang ada supaya kita menjadi lebih kuat hati dan sabar serta kita termasuk orang-orang yang beruntung. Bertawakkal dengan menyerahkan semua-Nya akan kembali kepada Allah SWT. Hanya ia yang tahu kapan Dia akan mengambil bagian dari pelengkap hidup kita didunia maupun mencabut nyawa kita. Semoga Allah selalu melindungi dan menjaga kita dengan rahmat Nya. Aamiin.
      Jadi kesimpulan dari novel “Bidadari Kirmizi” merupakan novel yang mengingatkan kita tentang perjuangan cinta. Saat kita mencintai seseorang, kita tidak hanya mencintai kelebihannya, tetapi juga harus siap menerima segala kekurangannya. Ketulusan cinta tidak bergantung pada kondisi fisik orang tersebut. Cinta bukan karena cantik, bukan kaya, bukan tampan, bukan mapan. Jika sudah cinta tak pernah ada alasan. Ya sudah! Perjuangkan tanpa ada keluhan. Sesuai konsepnya yang inspirasional, novel ini memberikan kita banyak inspirasi, pesan dan kesan yang dapat mengalir hingga ke lubuk hati dan pikiran. Sebuah novel yang mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang sederhana.




 

COMMENTS

Nama

after class,5,Berita,103,Cerpen,8,Featured,19,headline news,7,kajian keislaman,4,kampus corner,19,Kegiatan,21,Opini,20,Puisi,13,resensi buku,4,
ltr
item
PERSMA AL-MUMTAZ: bidadari kirmizi
bidadari kirmizi
https://2.bp.blogspot.com/-3R9od9LXGQg/WudD_8GbEjI/AAAAAAAAAW0/e_ItWG5PiTg_0aO88SUTG-FWp4a9QFW7ACEwYBhgL/s320/resensi%2Bbuku.png
https://2.bp.blogspot.com/-3R9od9LXGQg/WudD_8GbEjI/AAAAAAAAAW0/e_ItWG5PiTg_0aO88SUTG-FWp4a9QFW7ACEwYBhgL/s72-c/resensi%2Bbuku.png
PERSMA AL-MUMTAZ
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/2018/04/bidadari-kirmizi.html
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/2018/04/bidadari-kirmizi.html
true
2107564355454311192
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy