Novel If Tomorrow Comes: Karena Balas Dendam Bukanlah Akhir Dari Segalanya

Novel If Tomorrow Comes:  Karena Balas Dendam Bukanlah Akhir Dari Segalanya Oleh: Arifin Judul: If Tomorrow Comes: Bila Esok ...


Novel If Tomorrow Comes:
 Karena Balas Dendam Bukanlah Akhir Dari Segalanya

Oleh: Arifin


Judul: If Tomorrow Comes: Bila Esok Tiba
Penulis: Sidney Sheldone
Alih Bahasa: Irina Mildawani Susetyo
Editor: Bayu Anangga
Desain Sampul: Marcel
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Kelima Belas: Maret 2016
Ukuran: 11 x 18
Tebal: 600 halaman.



Bagaimana rasanya ketika segala hal yang kau miliki, yang  kau anggap kebahagiaan, terenggut begitu saja?

Kau tidak akan siap menerimanya. 

Novel ini diawali dengan kesan seperti itu. sang tokoh utama, Tracy Whitney, awalnya adalah wanita yang merasa paling beruntung. Kehidupannya berkecukupan. Karirnya cemerlang sebagai praktisi di sebuah perbankan. Kehidupan sosialnya berjalan penuh kehangatan. Dan pernikahannya dengan orang yang dia cintai sudah pada tahap perencanaan.

Namun seperti arah angin pada cuaca badai yang tak menentu, kehidupan Tracy berputar dan terbanting begitu saja. 

Berawal dari telepon dari seorang polisi di kota asalnya yang mengabarkan ibunya telah bunuh diri. Dia sontak saja tidak percaya, karena selama ini ibunya terlihat seperti tidak punya masalah apa-apa. 

Ini pasti terjadi sesuatu yang tidak beres.
Berbekal rasa penasaran dan kecurigaan itu, Tracy pun menyambangi kotanya. Dan ternyata benar. Ibunya selama ini terlilit hutang karena ulah penipuan dari seorang kaki tangan geng mafia di tempat itu. Bisnis kecil ibunya diambil dengan cara licik oleh mereka.

Dia tidak terima. Dengan segala kenaifan seorang anak muda, Tracy nekat mendatangi Joe Romano, sang kaki tangan mafia. Dengan membawa pistol, dia menuntut tanggung jawab kepadanya.

Namun ternyata itu kesalahan fatal, para mafia justru penjahat yang berpengalaman. Tracy justru terjebak pada skenario pencurian barang antik. Dan dijadikan tersangka karena membawa pistol dan sempat menembak Joe Romano. Pengadilan telah menunggunya.

Penderitaan dan kesedihan Tracy datang bertubi-tubi seakan hujan pada musim hujan yang panjang. Di pengadilan dia juga ditipu. Ada pengacara yang mengaku dikirim sebagai lembaga bantuan hukum. Dia mengatakan telah bekerja sama dengan hakim yang mengetuai sidangnya, asalkan Tracy mau mengikuti saran-saran yang diberikannya.

Tracy pun melakukannya, dia mengakui kejahatan yang dituduhkan itu agar ada penanggungan dan pengurangan masa tahanan, dia sangat berharap pada pengacara dan hakim ini. Namun ternyata dia salah. Itu justru memberatkannya. Pengacara dan hakim itu adalah komplotan kaki tangan mafia itu juga.

Tracy telah hancur. Penjara wanita telah menantinya.

Novel karangan Sidney Sheldon ini cocok bagi penikmat novel yang menyukai alur cepat dan penuh kejutan (twist) saya berkali-kali menebak-nebak kejadian selanjutnya, berkali-kali juga ‘kecewa’ karena tebakan saya salah. Nampaknya alur novel sangat dipikirkan dengan apik agar tidak terlihat biasa-biasanya saja.

Alur cepat dibumbui dengan twist mencengangkan ini membuat saya tidak mau berhenti untuk melanjutkan lembar demi lembar halaman berikutnya.

Lalu apa yang terjadi dengan Tracy selanjutnya?

Sebenarnya ketika di penjara wanita penderitaanya belum berakhir, namun saya tidak akan menceritakannya di sini. Silahkan kalian baca, maka kalian akan menemukan fakta baru dan mencengangkan  tentang hal apa yang terjadi pada beberapa penjara wanita.

Kita akan kembali pada Tracy, Setelah mengalami kejadian yang menghentak hidupnya itu, awalnya ia putus asa, mengira hidupnya sudah berakhir. Bahkan ia berniat bunuh diri. Namun dia mendapat kesadaran baru, dia masih muda, dengan sedikit rasa sabar dia bisa melakukan apapun, apa yang akan dilakukannya? Tentu saja balas dendam.
Tracy tidak sabar untuk balas dendam, dia tidak akan menunggu sampai masa tahanannya habis. Dibantu teman-temannya, dia merencanakan skenario untuk kabur dari penjara.

Di sini kembali lagi Sidney Sheldon membuktikan dia adalah penulis novel kelas dunia dengan plot andalan yang aduhai. 
Awalnya saya mengira rencana ini yang membuat Tracy bebas dari penjara. Namun tebakan saya lagi lagi salah. Sebenarnya rencana itu terlalu sempurna untuk gagal. Saya begitu menikmati adegan bagaimana itu terjadi dan tidak sabar melihat akhirnya Tracy akan bebas dengan rencana itu.

Pada saat selangkah lagi rencana itu akan berhasil, Tracy tiba-tiba berbelok dari rencana. Harusnya dia lari sekuat tenaga menuju mobil yang menunggunya  namun dia berbalik lari menuju ke arah anak kepala tahanan  yang sedang tercebur dan akan tenggelam. 
Dia menolongnya.

Dan apa yang terjadi? Dia dibebaskan justru karena selama ini berkelakuan baik dan atas pertolongan terhadap anak kepala tahanan itu. 
Dari sini bisa terlihat bagaimana Sidney Sheldon memasukkan nilai moralitas di novel ini. Bahwa ternyata hal yang bisa menolong kita justru adalah perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan.

Awalnya saya mengira novel ini punya pakem yang sama dengan novel lainnnya.  Sang tokoh utama dijahati oleh penjahat dan kemudian cerita berlanjut sampai pembalasan dendam tentang itu. Setelah balas dendam terjadi, novel selesai.

Ternyata tidak
Setelah bebas dari penjara memang Tracy berhasil melunasi dendamnya. Berbekal keahliannya tentang keuangan sebelumnya, dia menghancurkan bisnis mafia dan membuat mereka salah paham satu sama lain. Hancur dari dalam. Satu persatu mereka saling berkelahi.

Balas dendam selesai. Namun novel jauh dari selesai. Masih banyak halaman yang harus dibaca.

Pada kehidupan Tracy pasca balas dendam itu, Sidney Sheldon menawarkan sebuah kritik sosial. Bahwa terkadang masyarakat kita kurang ramah terhadap mantan narapidana. Seperti tidak diberi kesempatan kedua untuk menjadi orang baik.

Walau tidak bersalah, kesan bahwa Tracy Whitney pernah masuk penjara itu ternyata menyusahkannya untuk mencari kerja. Orang-orang sudah mentitahkan stereotipnya dan Tracy terjebak dalam stereotip itu. Mantan narapidana tidak bisa diberi kepercayaan dalam pekerjaan.

Hal itulah yang kemudian membuat Tracy serba salah. Dan pada kondisi itu ada seorang kawan yang menawarinya bisnis yang tidak biasa. Bisnis pencurian. Dan dilema membuat  Tracy menyetujui itu.

Dari titik ini, cerita dalam novel ini berubah menjadi semacam film aksi. Kalau kalian pernah melihat film tentang pencurian yang tidak biasa seperti DHOOM misalnya, gambaran cerita selanjutnya seperti itu, namun novel ini minim lelucon dan drama berlebihan seperti yang ada pada film itu.

Di sini Sidney Sheldon menunjukkan kepiawaannya menciptakan adegan yang luar biasa. Di setiap perencanaan dan aksi pencuriaan itu penuh dengan aksi yang cerdas dan tak terduga. Dan terlihat nyata sekali.
Maka begitulah akhirnya kehidupan Tracy, banyak konflik yang terjadi selanjutnya mulai dari pertemuannya dengan Jeff Stevenson yang akan menjadi suaminya. Sampai berpacu cerdas dengan detektif tangguh yang sangat terobsesi menangkapnya.

Tapi pada akhirnya Tracy mengakhirinya.

Hal  yang menjadi catatan dalam novel ini adalah novel ini mungkin agak kurang menyentuh bagi yang suka dan minat dengan sastra-sastra dengan kekuatan gaya-gaya bahasanya. 

Dan juga bagi pembaca yang bertipe suka melihat tokoh antagonisnya menderita karena ulahnya dengan penceritaan detil, tidak akan mendapatkannya pada novel ini. Karena dengan alur yang cepat dengan pergantian adegan-adegan dengan meluncur (untuk tidak dibilang sekilas) menampilkan pembalasan dendam terhadap kejahatan para mafia atas kejahatannya terhadap Tracy terasa kurang cukup di sini.

Kekuatan besar dalam novel ini adalah kita bisa melihat bagaimana perjalanan hidup Tracy yang penuh transformasi dan dinamika yang tidak tertebak. Baik, dijahati, “penjahat”, menerima kebaikan, menjadi baik lagi.

Sehingga kita bisa memandang dunia ini dengan lensa yang banyak warna. Tidak hanya melulu hitam putih.

COMMENTS

Nama

after class,5,Berita,103,Cerpen,8,Featured,19,headline news,7,kajian keislaman,4,kampus corner,19,Kegiatan,21,Opini,20,Puisi,13,resensi buku,4,
ltr
item
PERSMA AL-MUMTAZ: Novel If Tomorrow Comes: Karena Balas Dendam Bukanlah Akhir Dari Segalanya
Novel If Tomorrow Comes: Karena Balas Dendam Bukanlah Akhir Dari Segalanya
https://3.bp.blogspot.com/-kh7dNQ6A4uk/WrigDz1UDeI/AAAAAAAAAH0/pPVTDq2-VhA0VVksYcAnyWvk0mcZxIW7QCLcBGAs/s640/Screenshot_20180326-141020.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-kh7dNQ6A4uk/WrigDz1UDeI/AAAAAAAAAH0/pPVTDq2-VhA0VVksYcAnyWvk0mcZxIW7QCLcBGAs/s72-c/Screenshot_20180326-141020.jpg
PERSMA AL-MUMTAZ
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/2018/03/novel-if-tomorrow-comes-karena-balas.html
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/2018/03/novel-if-tomorrow-comes-karena-balas.html
true
2107564355454311192
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy