DEKANAT FUAD GAGAL KEMBANGKAN BSA-Mahasiswanya Diminta Pindah Prodi

Sebelah kiri Dekan FUAD, tengah Wakil Rektor I, dan sebelah kanan Wakil Dekal I FUAD, pada saat Rapat (24/8/2017) di gedung FUAD A.1. ...



Sebelah kiri Dekan FUAD, tengah Wakil Rektor I, dan sebelah kanan Wakil Dekal I FUAD, pada saat Rapat (24/8/2017) di gedung FUAD A.1.
 IAIN Palangka Raya- Jelas sudah isu yang sempat beredar terkait program studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA). Berdasarkan surat keputusan (SK) Rektor IAIN Palangka Raya Dr. Ibnu Elmi As. Pelu, S.H, M.H melalui Wakil Rektor I Dr. Abdul Qodir, M.A pada rapat (24/8/2017) di gedung A.1. FUAD, diputuskan bahwa prodi BSA harus ditutup dan mahasiswanya diberikan alternatif untuk pindah ke prodi lain. Rapat itu menghadirkan seluruh mahasiswa BSA, Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah H. Dr. Abu Bakar, HM, M. Ag dan jajarannya, Ketua Lembaga Penjamin Mutu Dr. Dakir, M.A., dan bawahannya.
Rapat itu bertujuan untuk mendengarkan pilihan mahasiswa BSA terkait alternatif yang ditawarkan. Sebelum adanya rapat mahasiswa telah diberitahukan bahwa prodi yang bernaung di bawah FUAD tersebut akan ditutup, saat pertemuan antara dosen dan mahasiswa BSA (11/8). Dalam pertemuan itu disampaikan beberapa alasan yang mendorong kuat ditutupnya BSA. Yaitu tidak terpenuhinya beberapa standar untuk melakukan akreditasi prodi diantaranya jumlah mahasiswa, dosen yang mengajar tidak ada yang berlatar belakang pendidikan Bahasa dan Sastra Arab, dan kurikulum yang tidak memenuhi standar. Sehingga mahasiswa diminta untuk bersiap-siap menentukan pilihan pada prodi lain.
Abu Bakar dalam wawancara (14/8) menyampaikan bahwa minimnya jumlah mahasiswa BSA tidak memungkinkan untuk dapat melakukan akreditasi prodi, “jumlah mahasiswa yang aktif dari angkatan pertama dan kedua saja hanya berjumlah 4 orang, itu sangat memberatkan”, terangnya.
Ia juga berasumsi bahwa yang menyebabkan minimnya minat masyarakat terhadap prodi BSA karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap BSA, “di kota-kota besar prodi ini menjadi idola seperti di daerah Jawa, anak-anak santri sudah memahami betul mengenai BSA, sebuah prodi yang menyediakan pembelajaran mendalam tentang bahasa dan sastra Arab,” katanya.
Berharap tidak merugikan mahasiswa atas penutupan prodi, Dekan pun menawarkan alternatif agar mahasiswa pindah ke prodi lain. Meskipun mahasiswa diminta untuk memilih, pilihan itu justru hanya merujuk pada program studi Pendidikan dan Bahasa Arab, “kami berikan alternatif kepada mahasiswa angkatan pertama dan kedua untuk pindah ke prodi PBA, karena kurikulum BSA dan PBA memiliki kemiripan”, tambahnya.
Awal dibukanya program studi BSA pada tahun 2015 merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk bisa peralihan status lembaga dari Sekolah Tinggi Agama Negeri (STAIN) meningkat menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN), “dulu dibukanya BSA karena mandatory dari Kemenag Pusat”, ungkapnya.
Dosen BSA Irfan Wahid, L,c sangat menyayangkan atas penutupan prodi tersebut dan sikap para pemangku jabatan FUAD yang dianggap kurang serius dalam mengembangkan prodi. Ia juga beranggapan bahwa visi dan misi, dan tujuan prodi selama ini tidak jelas, “ada beberapa kesalahan fatal hingga terjadinya penutupan, yaitu jumlah mahasiswa yang tidak sebanding dengan jumlah dosen, kurikulumnya yang hampir sama dengan kurikulum PBA, serta jumlah dosen yang mengampu bahasa Arab hanya 5 orang”, jelasnya kepada crew Al-Mumtaz (24/8).
“Fakultas harus segera melakukan evaluasi agar tidak ada lagi BSA kedua”, harapnya.
Kurikulum prodi BSA yang disebut-sebut tidak memenuhi standar merupakan hasil adaptasi dari kurikulum prodi PBA, hal ini dibenarkan oleh Dekan FUAD, “kurikulum BSA berorientasi pada kurikulum PBA,” terang Abu Bakar.
Terkait kurikulum prodi BSA yang merupakan hasil copy-paste kurikulum prodi PBA dengan sedikit perubahan. Nyatanya, mahasiswa BSA baru mengetahui hal tersebut setelah muncul kabar akan ditutupnya BSA, I (inisial) menyampaikan kekecewaannya saat wawancara di sektretariat LPM Al-Mumtaz (23/8) “awalnya saya memilih BSA karena prodi ini tidak hanya menonjolkan pembelajaran bahasa Arab tapi juga akan memberikan pembelajaran secara mendalam tentang kesastraan Arab”, ungkapnya.
“semoga fakultas kedepannya lebih bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang kalo membuka prodi baru, seperti kurikulum”, harapnya.
Kembali, saat berlangsungnya rapat sempat terjadi adu argumen antara mahasiswa dengan para penyandang tugas kepemimpinan yang hadir dalam rapat itu. Di sisi mahasiswa, A (inisial) merasa telah dirugikan baik secara waktu, materi dan tenaga. Ia juga menuntut hak-haknya atas usaha yang telah dilakukannya selama 2 tahun lebih.

“Saya dari Jawa ke IAIN Palangka Raya karena diminta untuk mengisi BSA pada tahun 2015, dan sampai sekarang saya bertahan dengan harapan melalui apa yang saya lakukan dosen maupun pimpinan fakultas terpacu untuk melakukan usaha yang lebih demi perkembangan BSA”, tuturnya di depan seluruh peserta rapat.

“Dalam prodi PBA ada beberapa mata kuliah yang tidak terdapat di BSA, kalo saya pindah berarti saya harus menambah waktu jam kuliah lagi, demi mengejar ketertinggalan. Sedangkan saya sekarang sudah semester 5?”, tambahnya.

Kekecewaan itupun ditanggapi dengan sebuah pertanyaan dari Wakil Rektor I, “apa biar saja saudara nanti tidak terakreditasi?”, tanyanya.

Respon dari WR I itupun mendapat tanggapan kritis dari seorang dosen IAIN Palangka Raya Ahya Ulumuddin, L.c., bahwa yang disampaikan itu bukanlah solusi atas permasalahan yang tengah dibicarakan dan hal tersebut dianggap sebagai sikap yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang pemimpin, “jawaban yang Bapak berikan bukan solusi, dan bukan seperti itu seharusnya tanggung jawab yang diberikan kepada mahasiswa. Mahasiswa hanya meminta kebijakan terkait matakuliah”, jelasnya.
Rapatpun akhirnya menghasilkan 3 rekomendasi yaitu; (1) rekomendasi tentang tuntutan hak-hak A (mahasiswa BSA) kepada pimpinan Institut dengan penanggung jawab Dekan  FUAD, paling lambat 31 Agustus, (2) Wakil Dekan I FUAD harus bertemu dengan Wakil Dekan I FTIK membahas konversi mata kuliah, pada 25 Agustus, (3) FUAD akan melakukan evaluasi menyangkut prodi SPI, BPI, IQT, KPI dan hasilnya akan dikembangkan menjadi proker 2017/2018 yang ditembuskan kepada Wakil Rektor I dan Lembaga Penjamin Mutu.
Red/ed: Eva

COMMENTS

BLOGGER: 1

Nama

after class,5,Berita,103,Cerpen,8,Featured,19,headline news,7,kajian keislaman,4,kampus corner,19,Kegiatan,21,Opini,20,Puisi,13,resensi buku,4,
ltr
item
PERSMA AL-MUMTAZ: DEKANAT FUAD GAGAL KEMBANGKAN BSA-Mahasiswanya Diminta Pindah Prodi
DEKANAT FUAD GAGAL KEMBANGKAN BSA-Mahasiswanya Diminta Pindah Prodi
https://2.bp.blogspot.com/-uYaYrZq51fY/WaDk15zk2QI/AAAAAAAAACE/BrYJaKDKFxUtHlwq-IxE32LY0JxDY03rgCLcBGAs/s640/RAPAT%2BPENUTUPAN%2BBSA.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-uYaYrZq51fY/WaDk15zk2QI/AAAAAAAAACE/BrYJaKDKFxUtHlwq-IxE32LY0JxDY03rgCLcBGAs/s72-c/RAPAT%2BPENUTUPAN%2BBSA.jpg
PERSMA AL-MUMTAZ
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/2017/08/fuad-gagal-kembangkan-bsa-mahasiswanya.html
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/2017/08/fuad-gagal-kembangkan-bsa-mahasiswanya.html
true
2107564355454311192
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy