RUMAH TUA

RUMAH TUA By Juwita Rumah tua itu terlihat selalu sepi seperti tak punya tanda-tanda kehidupan. Tapi kata orang-orang dirumah...

RUMAH TUA

By Juwita



Rumah tua itu terlihat selalu sepi seperti tak punya tanda-tanda kehidupan. Tapi kata orang-orang dirumah itu hidup sepasang suami istri. Kadang aku merasa takut untuk lewat didepan rumah tua itu, jangankan malam begini siang saja aku sudah merinding.
“Iiihh...ngeri amat tuh rumah,” ucapku
“Kenapa sih Ummi harus menyuruhku mengantar kue malam-malam begini,” sambung ku lagi
Kraakk... krakk... “Suara apa itu?, ” tanyaku dalam hati. Ku coba memberanikan diri untuk mencari sumber suara tersebut. Kraak... kraak... suara itu terdengar lagi dan yang sekali ini lebih jelas. Seperti terdenggar dari rumput-rumput yang tumbuh subur didepan rumah tua itu. Ada rasa penasaran dalam hati tapi karena rasa takut ku urungkan niat. Ku percepat langkah kaki bahkan terkesan berlari.
Gubrak... “Aduh sakit,” jeritku.
Karena terlalu takut aku terjatuh tak melihat ada batu besar didepan. Ku lihat pergelangan tanganku berdarah terhantam batu.
“Aaww...perih,” jeritku pelan,  perlahan ku lanjutkan perjalanan pulang.
Tok...tok... “Ibu...,” tak ada jawaban.
 “ibu...ayah..” .
Sepertinya tak ada orang dirumah, ” ucapku dalam hati
Tapi mereka kemana masa pergi ga bilang-bilang dulu,” aku kesal.
“Neng Ayu” mendenggar suara pangilan itu akupun menoleh mencari sumber suara. Ternyata itu suara ibu Leha tetangga sebelah rumahku. “Iya bu..ada apa?”tanyaku. “Tadi Ibu neng Ayu nitipin kunci rumah sama ibu, katanya ibu neng Ayu mau kepasar malam,” kata ibu Leha sambil menyerahkan kunci rumah ketangganku,aku menerimanya. “pergelangan tangan Ayu kenapa?” tanya ibu Leha terkejut melihat pergelangan tanganku berdarah. “Gak papa bu...” jawabku “Tadi Ayu cuman terjatuh aja didepan rumah tua itu karena takut” lanjutku lagi. Ibu Leha memegang pergelangan tanganku dan berkata “Sini ibu obatin ya neng”. Aku mengeleng “Ga usah bu,biar Ayu obatin sendiri dirumah juga ada kotak PT3K” ucapku “Beneran nih ga mau ibu obatin?” tanya ibu Leha memastikan. Aku mengeleng sembari berkata “Iya bu” sambil tersenyum. “Kalau begitu ibu pulang ya neng” ucap ibu Leha.
Setelah ibu Leha pergi aku membuka pintu kemudian menuju dapur untuk membasuh luka. “Aaww...aduh perih banget nih luka” jerit ku.
“Gara-gara rumah tua itu tanganku jadi seperti ini. Ku rasa ini terakhir kali aku melewati rumah tua itu” ucapku dalam hati.
Dengan hati yang masih dongkol aku masuk kekamar dan memejamkan mata mencoba untuk tidur, disela-sela tidur ku aku mendengar Ayah, Ibu, dan Jini sudah kembali dari pasar malam dan memanggil namaku. Namun karna aku terlalu mengantuk panggilan Ibu tak aku hiraukan.
“Pagi...Ibu” sapaku “Ibu masak apa??” tanyaku sambil duduk dimeja makan.
“Nasi goreng sayang” jawab ibu “Oh...ya pergelangan tanga mu kenapa Ayu??” tanya ibu . “Oh...Ini??tadi malam Ayu tersandung batu di depan rumah tua” jawabku.
“Kenapa bisa tersandung sayang??” ibu sambil memegang pergelangan tanganku.
“Habis Ayu takut bu” jawabku.
“Ah...kamu ini sudah besar masih saja takut” sambung Ayah.
“Habis rumah tua itu seperti tak berpenghuni yah, tak terawat, berantakkan pokoknya” jawabku. “Gimana Ayu gak takut yah” sambungku lagi sambil mengangkat kedua bahu.
“Ah...dasar kaka penakut” ejek Jini padaku. Aku melotot pada Jini,“Kaya kamu pemberani aja” .
Ibu dan Ayah tersenyum melihat pertengkaran kami. “Sudah-sudah kaka ade harus rukun jangan suka bertengkar” Ibu menengahi.
Siang ini terasa sangat panas menurutku “Melelahkan sekali” gumamku sambil melepas tali sepatu ku “Ibu...Ayu pulang” ucapku.Aku berjalan menuju dapur “Kira-kira Ibu masak apa ya??”tanyaku dalam hati.
“Haii...sayang” sapa ibu padaku.
“Masak apa bu??” tanyaku.
“Ayam goreng,kangkung sama sambel sayang” jawab ibu.Ibu menoleh kekiri dan kekananku seperti mencari sesuatu
“Ayu ademu Jini mana??” tanya Ibu padaku. “Biasany dia selalu kedapur bareng kamu” lanjut Ibu lagi sambil memandangku bingung.
“Bukannya tadi ibu yang jemput Jinni disekolah??” tanyaku bingung dengan pertanyaan Ibu.
“Ga...Ibu ga ada jemput Jinni Yu” jawab ibu dengan raut wajah khawatir.
“Malah kata satpam sekolah Jinni,Jinni pulang dijemput kakanya”  kata ibu lagi.
“Aku ga ada jemput Jinni Ibu” jawabku dengan nada yang ikut khawatir.
Hari sudah sore kemana Jinni sesesore ini belum pulang dan dia dijemput siapa aku takut kalau Jinni diculik.
“Ibu jangan panik dulu ya,coba Ayu cari kerumah temennya Jinni siapa tau dia main kerumah temannya bu” Ucapku menenangkan.
“Coba Ayu cari Jinni ketempat Mak Ijah,siapa tau Jinni main kesana” saran Ibu “Nanti biar ibu cari Jinni ketempat Bu Yati” Ucap Ibu lagi padaku.
Aku menganguk “Kalau gitu Ayu pamit duluya Bu” Ucapku
Hari semakin sore “Waduhh...Jinni kamu kemana sih” gumamku dalam hati.”Sudah sesore ini belum pulang bikin orang rumah khawatir aja”Ucapku lagi dalam hati.
Ditenggah perjalanan aku melihat sepeda kecil Jinni terparkir didepan Ruamh tua.
“Bukannya itu sepeda Jinni” Gumamku. “Kenapa ada didepan rumah tua itu sih” kataku.Ku dekati sepeda itu “Ya memang itu sepeda Jinni adek ku tapi kemana Jinninya” ucapku dalam hati.Ku pandangi rumah tua itu “Seperti rumah hantu” pikirku.
Rumah tua itu seperti tak pernah terjamah manusia,rumput-rumput tumbuh subur disana,sarang laba-laba terlihat menyelimuti hampir semua dinding dan tiang teras rumah tua itu,lantainya pun penuh dengan debu membuat nafasku sesak.Aku menengok kedalam rumah melalui celah lubang di dinding “Ada cahaya lampu” Ucapku dalam hati.“Apa didalam adaorangnya??” pikirku bertnya-tanya “Jangan-jangan terois lagi” Ucapku dalam hati bergidik. “Tapi kenapa sepeda Jinni ada didepan rumah tua ini ya??” tanyaku dalam hati. “Jangan-jangan Jinni benar-benar diculik lagi” Ucapku takut dan khawatir.Perlahan ku tekan gagang pintu rumah tua itu.”Kraakk”....”Ternyata tak terkunci” Pikirku. “Permisi” kataku sambil memasuki rumah itu,aku melihat sekeliling isi rumah tua itu terlihat sedikit berantakkan namun tidak terlalu kotor seperti didepannya.Aku beranikan diri masuk untuk mencari tau apa Jinni ada dirumah ini atau tidak.
“Uhuk....uhuk...” Samar-samar terdengar seperti ada suara orang batuk semakin kedalam suara itu semakin jelas terdenggar dan arahnya seperti dari kamar belakang itu,ku langkah kan kaki ku menuju kamar itu “Praanngg” terdengar suara pecahan dari dalam kamar tersebut perlahan ku buka pintu kamar itu sambil menutup mata “Bismillah” ucapaku dalam hati.Aku membuka mataku dan yang terlihat wanita tua yang sedang mengambil sesuatu dari atas meja,ku tatap dia dari ujung kaki sampai ujang kepala sambil menyakinkan hatiku kalau wanita tua itu manusia bukan hantu.Ku dekati dia dan bertanya “Nenek mau minum??” wanita tua itu menganguk,ku tuangkan air yang ada dalam teko pada gelas yang tersedia dimeja dan ku coba berikan gelas itu pada nenek tersebut namun nenek tangan nenek itu tak bergerak untuk menerimanya.Aku bingung melihatnya bukannya nenek ini haus pikirku ku taroh lagi gelas itu diatas meja dan ku coba pegang tangan nenek tersebut laluku lepas perlahan dan tak ada reaksi “Ternyata nenek ini lumpuh” pikirku. Ku ambil lagi gelas itu dan kusandarkan nenek itu perlahan lalu ku beri minum.
“Plak...plak...plak...” Terdengar suara langkah kaki dari luar menuju kearah kamar ini “Siapa??” tanyaku dalam hati.
“Kreakk”suara pintu kamar terbuka dan ku lihat disana berdiri kakek tua,Sinta dan Jinni adeku “ Jinni...Sinta” Ucapku terkejut “Kalian ngapain disini??” Tanyaku masih dengan nada kaget.
“Laahh...Kaka juga ngapain disini??” Tanya Jinni sama terkejutnya.
“Kaka mencari kamu,kata satpam mu disekolah,kamu pulang dijemput perempuan muda,Ibu dan Kaka kan jadinya khawatir” Jelasku.
“Kamu gak minta izin kaka atau ibu mu Jin??” Tanya sinta pada Jinni.
“Astaga...kak,Maaf Jinni lupa minta izin sama Ibu kalau habis pulang sekolah Jinni mau pergi sama ka Sinta” Jinni menjelaskan.
“Terus ngapain kamu disini??Nenek sama Kakek ini siapa Jin??” Tanyaku penasaran.
“Kenalin ka ini Kakek Adam dan itu istriya Nenek Siti” Jawab Jinni menjelaskan.
“Kasihan loe Yu,Nenek sama Kakek Adam ini cuman tinggal berdua tanpa anak dan nenek Siti juga lumpuh Yu” Jelas Sinta mencoba memberi tahuku.
“Kakek Adam ini hanya seorang pencari ikan dimalam hari kak dan yang menjual hasil tangkapan kakek Adam Kak Sinta kak” Tambah Jinni padaku.”Dan kami baru saja habis menjual hasil tangkapan kakek Adam” Jelas Jinni lagi padaku.
“Jadi rumah tua ini benar-benar ada penghuninya dan bukan rumah hantu??” Tanyaku seperti orang bodoh.
“Tentu saja tidak” Jawab Sinta dan Jinni bersamaan.
“Hehehe...begitu ya” Gumamku.

Setelah hari itu aku rajin kerumah nenek Siti walaupun tanpa Sinta dan Jinni.Aku membersihka semua debu-debu yang ada dirumah itu agar tak terlihat seperti rumh hantu lagi bahkan aku menyewa pemotong rumput untuk memotong rumput yang tumbuh subur didepan rumah kakek Adam dan tentu saja semua itu tak ku lakukan sendiri melainkan bersama teman-teman sekolahku serta Jinni dan Sinta tentunya.Aku sangat menyayangi nenek Siti dan Kakek Adam bahkan aku sering ikut kakek Adam mencari ikan dimalam hari.Kakek Adam dan Nenek Siti sudah ku Anggap seperti Kakek dan Nenek ku sendiri dan sekarang rumah tua itu tidak terlihat sepi,kotor dan menakutkan lagi seperti dulu namun sekarang terlihat rame,bersih dan rapi dan itu semua berkat teman-teman sekolahku,Jinni adeku,Sinta dan tentu saja aku sendiri. 

COMMENTS

Nama

after class,5,Berita,103,Cerpen,8,Featured,19,headline news,7,kajian keislaman,4,kampus corner,19,Kegiatan,21,Opini,20,Puisi,13,resensi buku,4,
ltr
item
PERSMA AL-MUMTAZ: RUMAH TUA
RUMAH TUA
https://3.bp.blogspot.com/-2C5mlUawzp8/V1AHdVxLaAI/AAAAAAAAAIg/uhavcgjhbswBUpC4w0DLgMAn0c3cRQV_QCLcB/s640/142100700e7d9a7d.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-2C5mlUawzp8/V1AHdVxLaAI/AAAAAAAAAIg/uhavcgjhbswBUpC4w0DLgMAn0c3cRQV_QCLcB/s72-c/142100700e7d9a7d.jpg
PERSMA AL-MUMTAZ
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/2016/06/rumah-tua.html
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/
http://al-mumtaz.ukm.iain-palangkaraya.ac.id/2016/06/rumah-tua.html
true
2107564355454311192
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy